Hari raya unduh-unduh digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen setiap tahunnya. Berasal dari kata unduh atau dalam bahasa Jawa disebut ngunduh, yang jika diterjemahkan berarti memetik atau memanen. Perayaan unduh-unduh sudah menjadi tradisi yang diperingati turun-temurun di GKJW.
Arti penting tradisi unduh-unduh adalah menghargai karunia dari Tuhan. Antara lain, berupa hasil yang diperoleh dari pekerjaan para jemaat sehari-hari. Rasa syukur yang diwujudkan dalam perayaan unduh-unduh, dilakukan dengan cara berbagi kepada sesama.
Perayaan Unduh unduh di jemaat Tunjungrejo dilayani oleh Vikar Hanania kemudian dilanjutkan oleh Bapak Pdt. Agus Adi Utomo. Sebelum hari raya unduh unduh ini, tapatnya h-1 akan dilaksanakan sepeda santai dan arak arakan hasil panen yang dipersembahnkan kepada Tuhan. Acara ini di dukung penuh oleh warga jemaat termasuk juga para kaum pemuda
Antusiasme warga sangat terasa pada saat hari raya unduh unduh ini, terbukti banyak warga yang mengikuti rangkaian acara dari sepeda santai hingga selesai acara unduh unduh. Para warga bergotong royong untuk mempersiapkan acara ini dengan baik, mullai dari dekorasi, penataan tempat, konsumsi dan lain lainya.